Posted by : Galih Romansyah
Minggu, 08 November 2009
Kejenuhan, kebosanan, kepusingan dengan masalah yang ada di keluarga kecilku yang kini tlah tiada, membuat aku ingin slalu menggapai kebahagiaan. Walau kebahagiaan bisa kudapatkan dimana saja, tapi kehangatan sebuah keluarga, tak pernah kudapatkan.
Sering aku melupakan tentang masalah ini. Dan juga menganggapnya tak pernah ada. Namun, apa dayaku. Walau kewluargaku tlah hancur, namun puing-puingnya selalu membentuk masalah baru yang tak berujung.
Aku seorang muslim. Jadi, aku berkeyakinan, bahwasetiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Lalu, aku kenalkan kepada diriku sendiri, tentang cinta, kepercayaan, dan hikmah dari setiap masalah yang aku alami selama ini. Supaya aku tak terjerumus "seperti dulu".
Obsesi, cita-cita, dan impianku adalah jalan hidupku. Namun, semua itu hanya angin lalu, jika aku tetap seperti dulu. Masa laluku yang suram. Kini berdampak masa depan yang buram.
Menurutku, aku masih terlalu kecil, jika aku berfikir tentang masa depan. Tapi, andaikata aku saat ini tidak memikirkan masa depanku, alias hanya memikirkan masa kini saja. Pasti aku akan menjadi seperti yang lainnya, (teman-temanku) yang motto hidupnya "nyari sehari untuk makan sehari". Aku tak tahu apa yang difikirkan mereka yang menjadikan mereka berfikiran demikian. Pernah aku memasuki dunia mereka, dengan maksud ingin mendapatkan kebebasan dalam hidup ini. Ternyata, setelah aku memasuki dunia mereka, ....
Walau demikian, aku akan slalu berkeyakinan kuat. Bahwa aku bisamengubah hidupku dengan iman dan ilmuku. Dan juga, sikap dan perilakuku yang sedikit demi srdikit aku rubah demi kehidupan yang lebih baik.